Senin, 10 September 2012

everything is fine guys...


First edition good for u n good for me.
Everything is fine…
Everything is fine. Begitulah seharusnya aku memulai segalanya. Tapi segalanya mulai kacau akhir-akhir ini, jadi aku butuh sesuatu yang dapat menenangkan otakku sebelum aku jadi gila. Akhirnya keluarlah ide untuk menulis opini yang bisa melepaskan kepenatan masalahku dan mungkin bisa jadi semacam pelajaran moral bagi orang lain. Semoga. ^_^
Siapa yang tahu, bahwa sebenarnya menulis dapat melepaskan beban jiwa. Aku baru tahu sensasi ini ketika baru pertama kali mencobanya. Masalahku sedang menumpuk saat aku sedang menulis edisi pertama ini. Well aku tidak bisa menggambarkan secara rinci bagaimana rasanya, hanya saja seperti ada setrika panas yang disorongkan kedalam tenggorokanku, dan rasanya tiba-tiba rasanya ada yang menendang perutku dengan keras. Sakit sekali, bahkan saking sakitnya kau takut bernafas. Dan mulailah aku menulis. Saat jariku mulai memainkan keyboard laptopku, jiwaku seperti dilepaskan secara perlahan-lahan. Kau tahu? Seperti mengeluarkan segalan beban yang ada di otakmu. Rasanya seperti mengeluarkan udara dari sebuah balon. Melegakan.
Well, hidup penuh dengan hal-hal yang tidak terduga bukan? Berbagai emosi mewarnai dan memaknai hidup kita sehari-hari. Kadang senang, sedih, kecewa, bangga, marah, kesal dll. Semuanya bumbu kehidupan, toh dunia tidak berakhir hanya karena sebuah kesenangan atau kesedihan yang kita alami. Masih banyak kesempatan yang terbuka, masih banyak jalan yang bisa kita lalui, masih banyak pilihan yang dapat kita ambil. Jadi, jalani sajalah. Jangan terus2san bermuram durja, sedih boleh tapi jangan berlarut-larut, percayalah ketika satu pintu ditutup Tuhan membuka 9 pintu yang lain untuk kita, jadi mengapa hanya terpaku pada pintu yang tertutup?.

Ketika kita gagal kali ini, sesungguhnya Tuhan sedang membuka berbagai kesempatan yang menakjubkan bagi kita, jadi kenapa terus terpaku pada satu kegagalan? Langsung saja sikat setiap kesempatan lain. Tahukah kau, ternyata Tuhan menggagalkan kita karena itu bukan jalan yang terbaik bagi kita, percayalah Dia Maha Tahu segalanya. Ketika kau di tinggalkan oleh orang yang kau sayangi, bukalah matamu bahwa masih ada jutaan orang lain yang masih juga menyayangimu, ambil kesmpatan itu untuk mendekati mereka yang menyayangimu. 
Ketika kau dikhianati oleh seseorang yang kau cintai atau kau percayai percayalah bahwa Tuhan sebenarnya menyayangimu dengan indah, bahwa Ia menjauhkan orang2 seperti itu sebelum mereka menyakitimu lebih jauh, bahwa ada orang2 yang telah Ia siapkan untukmu, yang tebaik, dan yang paling tulus menyayangimu dan dapat kau andalkan. Jadi hiduplah dengan baik, syukurilah segalanya, percayalah bahwa semuanya keputusanNya dan Dia Maha Tahu di balik segalanya. Berusahalah untuk menggambil segala kesempatan itu. Jadilah manusia-manusia yang senantiasa berusaha mendapatkan yang terbaik. Kawan, hidup terlalu singkat untuk dijalani dengan kepedihan dan kesedihan dan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, kita hanya perlu tahu cara menyalurkan berbagai emosi yang ada pada diri kita, atau kita akan mati karena emosi itu sendiri. So, just find out our happiness live..
Cut_M.

3 komentar:

  1. "..hidup terlalu singkat untuk dijalani dengan kepedihan dan kesedihan.."

    tulisanmu obat, kak! bisa jadi penawar bagi orang2 yang baru ditimpa musibah.
    teruslah menulis..
    wassalam.

    BalasHapus
  2. @mukhlassyah : hahaah cuma sekdar tulisan tu.. sori kehapus comentnya.

    BalasHapus
  3. @muhammad haekal : mksh bg, baru belajr bkin tu.. heheh alhmdllh klo mmg bermnfaat.. :)

    BalasHapus

Copyright © 2015 maycut on post