Senin, 07 Januari 2013

Mozaik Mimpi




Pertengahan Desember tahu lalu, aku menerima sebuah pesan singkat dari seorang teman, isi pesannya sederhana, tapi “Plak” sebuah tamparan keras yang sangat mengenai hati. Yup, sungguh aku merasa tertampar kawan.
Isi pesannya kurang lebih begini, “ Bagaimana dengan mimpi anda  untuk kuliah di luar negeri? Sudahkah mempersiapkan hendak ke negara mana dan mengambil jurusan apa?” sebuah pukulan telak bagi para pemimpi muda yang hanya berani bermimpi. Pertanyaan yang timbul adalah sudah sebesar apa kita menyusun mimpi itu? sudah sejauh mana langkah yang kita ambil untuk mewujudkan mimpi itu?  dan secara pribadi dengan malu aku menjawab, “belum sedikitpun.”
Setelah melalui lorong kemalasan yang sangat panjang, aku mulai merevisi kembali mimpiku. Dan kutemukan bahwa apa yang aku pegang teguh selama ini, mimpi-mimpi yang telah aku susun, semangat yang telah aku pacu, kini hilang satu-satu. Digantikan slogan-slogan..
“Gue sibuk”
“Capek nih baru pulang kuliah”
 “Ya ampuun malaaaas banget” dan yang paling parah…..
“Huaaaahm, 5 menit lagi yaaa, zzzzzz”.
Aku benar2 tercengang melihat betapa mengerikannya kelalaian telah mengambil alih posisi hidupku dengan sedemikian rupa. Melihat ulang diriku sendiri akhir-akhir ini, membuatku sampai bertanya2 “Ya Ampun, monster super malas jenis apakah yang sedang aku ciptakan?”

Mozaik itu adalah usaha kawan.
Mimpi adalah sebuah gambar utuh yang indah. Ia adalah kesenangan dunia yang tidak tergantikan. Penyusunnya adalah mozaik-mozaik kehidupan, yaitu buah-buah manis yang kita dapat dari perjalan untuk menggapai mimpi itu sendriri. Mozaik awalnya adalah rencana yang akan kita susun, seperti apakah mimpi kita, kemana kita hendak melangkah? Apa yang kita impikan? Perjalanan eksotis mana yang akan kita tempuh? Segalanya terangkum secara tajam setajam silet. (Lho?) heheheh joking guys! Nah semuanya terangkum dalam mozaik pertama kita tadi. Selanjutnya adalah usaha-usaha nyata dalam menggapai mimpi tadi, setiap keberhasilan, setiap langkah, setiap hasil, setiap kesulitan, semuanya adalah mozaik-mozaik mimpi kita. 
Karena semakin banyak kita mengumpulkan mozaik mimpi itu, maka akan semakin indah pula wujud mimpi kita nanti. Jadi ketika kita sudah berani terhadap sesuatu, jangan lupa terhadap mozaik yang menyusunya kawan, semakin beragam ceritanya maka akan semakin seru perjalanan itu nanti. Semakin sering kita gagal dalam mewujudkan mimpi itu, akan semakin berharga ia nanti. Dan semakin sulit jalan yang kita lalui, maka semakin pantaslah kita menjadi pemenang terhadap apa yang kita impikan. Yang paling penting adalah, jangan pernah menyerah terhadap mimpi, karena ketika kita berikrar, Tuhan mendengar dan memeluk mimpi-mimpi itu. Akan ada jalan panjang yang disediakan oleh Tuhan untuk kita tempuh, yang harus kita lakukan hanyalah berjalan, berjalan dan terus berjalan. Itu saja. 
Dan tentu saja aku hampir lupa memberitahumu satu hal penting.
Rupanya mimpi itu harus tetap harus dipeluk dan utuh, karena sedikit saja terlepas maka mozaik-mozaiknya terancam renggang, pecah, dan mimpi itu terncam gagal.
Dan itulah yang terjadi pada mimpi kita. Kadang kala kita mendapati mozaik-mozaik kekecewaan dan kegagalan, mendominasi perjalan menuju impian. Sehingga kita melepaskan mozaik-mozaik lain yang telah kita dapat. Lalu terjadilah. Mimpi itu buyar, hancur dan kita bermetamorfosis menjadi makhuk paling pesimis yang pernah ada. Terlalu takut untuk mencoba kembali. Dan merenungi apa yang telah pergi.
Nah, marilah berhenti berfikir seperti itu sejenak dan biarkan apa yang telah terjadi menjadi bagian dalam hidup kita. Apapun yang telah terjadi, terjadilah. Mari menempuh jalan baru, dengan semangat yang baru. Berhubungan dengan semangat,  Ingat kata-kata  ini ?
kau tahu kenapa aku keraskan kalian kal? Kerena aku tak ingin kalian terlena dengan pikiran bahwa perjalanan meraih mimpi kalian itu akan mudah. Kalau nak bermimpi tinggi-tinggi mimpilah! Tapi kau harus yakin dengan mimpi itu, dan temukan jalan terbaik untuk meraihnya. Janganlah kau berfikir perjalanan kesana akan mulus kal, akan ada banyak rintangan didepannya kal, dan kau HARUS, HARUS menghadapinya!”
 (Pak Mustar kepada Ikal, dalam film Sang pemimpi)

Begitulah kawan, tidak ada hal yang tidak mungkin. Tidak ada hal yang tidak bisa dicapai dengan seizinNya. Jika memang kita telah berusaha dan ternyata tetap tidak dapat mewujudkan mimpi itu, kenyataannya adalah  kita telah mendapatkan sesuatu yang berarti bukan? Sesuatu yang mungkin lebih dari mimpi itu sendiri. Yaitu pencapaian tentang kemampuan dan kepantasan kita dalam menyandang gelar makhuk paling mulia di muka bumi ini. Seorang pemimpin, khalifah yang telah melalui deraan ujian, kegagalan dan pada akhirnya mendapatkan pertahanan mental paling tebal bahkan lebih tebal dari mereka yang telah berhasil, lalu dengan mental baja tadi buatlah mimpi baru. Kejarlah ia. Raup sebanyak mungkin buah manis dari setiap perjalanan. Karena ketika satu mimpi terputus, hidup tidak berhenti begitu saja. Ia terus berputar, dan jika kau hanya diam maka siap-siaplah jatuh kedlam lubang pesimisme yang membosankan.
Kawan, hidup ini adalah tempat untuk mewujudkan berbagai mimpi, karena pada dasarnya manusia yang paling baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, dan tidak ada mimpi dari seorang manusia paling tidak waras sekalipun untuk menjadi orang yang tidak bermanfaat bagi orang lain!
Peluklah mimpimu sekarang kawan. Susunlah mozaik2nya, angkat tanganmu padaNYa, mintalah kemudahan dan keberhasilan.. dan lihat apa yang akan terjadi nanti!
Oh dan jika kau bertanya.
Mimpiku sendiri adalah menjelajahi Eropa dengan express train murahnya, berdiam di keanggunan kota London yang megah, menghirup madu ilmu di universitasnya, mendengar indahnya aksen british yang elegan, mencicipi manisnya afternoon tea, dan menjelajahi desa-desa indah di sepanjang Europe country. Mimpiku kawan, menerbitkan buku, menjadi backstage dalam karyaku yang di filmkan, dan menikmati pantai-pantai paling menakjubkan di dunia. Mimpiku kawan, menjadi anggota penulis majalah National Geographic magazine. Menjelajahi keeksotisan Afrika, dan mempublikasikan keindahan ‘hidden paradise’nya  pada setiap tempat yang bisa aku tulis.
“cet langet” ungkapan orang aceh. Mengecat langit. Itulah yang terjadi pada mimpiku, sebuah metafora untuk ketidak berhasilan. Mimpi itu terlalu absurd. Terlalu naïf, dan terlalu jauh dari kenyataan. Itu kataku BEBERAPA HARI YANG LALU. Tapi sekarang, tidak ada yang tidak mungkin.
Mungkin saja mozaik-mozaik mimpiku sudah hilang, mungkin saja mozaikku merenggang, dan aku harus mengumpulkannya dari awal lagi. Tapi bukan itu masalah, masalahnya adalah. Beranikah aku mengambil mozaik-mozaik paling liar, paling sulit , paling absurd dan paling indah untuk menyusun mimpi itu. Beranikah aku?
Sekarang aku sudah berani menjawab “Kenapa tidak!!!.”
Semoga bermanfaat..:)
Cut May.



7 komentar:

  1. jangan takut untuk bermimpi ya :)

    BalasHapus
  2. Cara penulisan yang luar biasa, seperti Andrea Hirata :D

    BalasHapus
  3. @aulia Fitri : Alhmdlliah, mksih ya bg udah ngunjung n komen.. insyaAllah nggak takut lagi bermimpi.. :)

    @Monza Aulia : waah mirip cara penulisanya ya? itu bgus atau tidak? apa harus di ubah?
    thx ya udah ngnjung..:)

    BalasHapus
  4. "Mozaik itu adalah usaha, kawan."
    hmm. tulisanmu selalu 'sesuatu'.
    teruslah menulis, teruslah menginspirasi.
    :)

    BalasHapus
  5. @muhammad Haekal : mksih :)

    BalasHapus
  6. Tulisannya bagus sekali, May. Aku sarankan untuk memperhatikan ejaannya dengan benar dan tidak menyingkat kata-kata. Seperti 'kata-kata' menjadi 'kata2'.
    Karena tulisan sudah bagus, mari berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Ayo kita sama-sama belajar lagi.. :)

    BalasHapus
  7. @hananan :wuaah maksih untuk masukannya.. insyaAllah tulisan selanjutnya akan di perbaiki.:)

    BalasHapus

Copyright © 2015 maycut on post