Senin, 18 Februari 2013

love.... (reading) 2


Hari kedua.
Kamis 7 February 2013
Aku belum membuat kuisioner tentang motivasi membaca. Tapi aku sudah mulai menanyakan beberapa responden yang suka membaca tentang buku favorit mereka. Aku ingin membuktikan hipotesa poin 6, bahwa kita dapat melihat kepribadian seseorang dari buku bacaan favoritnya.
Well, ini tidak 100% benar, aku hanya menarik kesimpulan dari beberapa duduksi ok? Seperti yang sering Sherlock lakukan. Jadi, jika ada ketidak cocokan dan mungkin kesalahan, aku benar-benar minta maaf. Karena pada dasarnya ini masih berupa teori.
Ok, jadi inilah hipotesaku.
a.       Para pembaca buku fiksi
1.   Orang yg suka membaca buku fiksi biasanya sering nekat. Dan beraura positif atau ceria. Hidup mereka cenderung santai, tanpa tekanan dan tidak suka menampilkan masalah yg mereka hadapi di depan umum.
2.   Para pembaca fiksi memiliki network yang luas. Mereka pandai bersosialisasi dan pandai menjaga perasaan orang lain. Semua bacaan fiksi memilki banyak sudut pandang, dimana perasaan-perasaan orang lain dijabarkan secara jelas, sehingga para pembaca ‘diajarkan’ untuk memhami perasaan orang lain. Baik secara sadar, atau tidak.
Buktinya : tidak ada satupun penggemar buku Sherlok Holmes yg menjadi penjahat, dan semua pembaca Harry Potter membenci Voldemort. Knp? Karena dia adalah tokoh paling jahat dalam buku fiksi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa pembaca memilki respek yang cukup besar terhadap karakter sesorang.  
Menurut penelitian singkatku, kebanyakan anak yang suka membaca adalah anak-anak baik yang jarang berbuat onar. (ngedrugs, merokok, dan hal-hal berat. Kalau bolos sih, orang yang baca alquran aja pernah bolos, heheh)Para pembaca fiksi yang menyukai bacaan dari sudut pandang orang pertama tunggal cenderung menyukai kejutan. Mereka menyukai tantangan dan memilki rasa keingintahuan yang besar. Mereka intrapersonal, dan pandai membaca watak sesorang. Dan seringkali cenderung ekspressif.
3.   Sedangkan yang menyukai sudut pandang orang ketiga serba tahu, cenderung agak rasional, tidak suka rahasia, tidak suka terhadap rasa penasaran dan sedikit memilki sikap ingin mendominasi. Jika berada dalam kelompok maka biasanya ia menjadi orang yang menonjol. Atau bisa jadi, dia tidak menonjol tapi memiliki pengaruh yang kuat dalam kelompok itu. 
4.   Bagi yang hanya suka membaca kisah happy ending, biasanya mereka adalah orang yang benci terlihat cengeng. Mereka jarang menangis, pembawaannya riang, cenderung cepat labil (oleh karena itu mereka cenderung menghindari bacaan sedih), dan agak tertutup terhadap masalah mereka dan juga kadang agak rasional. Mereka adalah para pembenci kesedihan.
5.   Sedangkan yang suka membaca baik happy maupun sad ending biasanya tidak pernah memilki kelabilan dalam dirinya, cenderung terbuka, pembawaannya tenang,  mereka tipe-tipe orang yang gampang menceritakan masalahnya pada orang lain.

b.      Non-fiksi.
    1.   Para pembaca non fiksi cenderung fleksibel, cekatan dan dinamis. Hidup bukan untuk bersantai, masih banyak masalah dunia yang harus mereka selesaikan. 
2.      Mereka cenderung apriori terhadap segala sesuatu, kecuali hal yang mereka tekuni. Contoh : orang yang menekuni politik, akan apatis terhadap segala masalah tetekbengek percintaan dan persahabatan. 
3.      Para pembaca non-fiksi selalu peduli terhadap permasalahan dunia. Wawasan dan network mereka luas.
4.      Emosinal para pembaca nonfiksi tidak seperti pembaca fiksi, mereka realistis dan tegas. Mereka ‘diajarkan’ untuk berfikir
      logis oleh bacaan mereka, jadi jika kamu ingin ‘curhat’ tentang sesuatu yg bersifat cinta, persahabatan atau masalah hidup yang remeh temeh, jauhi mereka. Mereka terlalu apatis terhadap masalah emosional. 
5.      Untuk hal-hal yang non-real seperti hantu, alien, atau hal-hal yang gaib jika mereka bukan penekun rohani dan buku yang mereka baca bukan buku keagamaan, maka jangan harap mereka bakalan percaya dengan hal-hal yang seperti itu. Seperti yang aku katakan tadi, mereka realistis, mereka diajarkan untuk percaya pada hal-hal yang  faktanyanya dan disetujui oleh mahkamah dunia.
6.      Mereka benci diremehkan. Jika, para pembaca fiksi tidak terlalu peduli terhadap pandangan orang lain kepada dirinya. Sedangkan pembaca non-fiksi tidak, mereka tidak suka diremehkan, di sangkal atau tidak dipercaya, karena mereka yakin mereka membawa hal-hal yang benar.
7.      Pembaca non-fiksi akan memikirkan kemungkinan-kemungkinan hipotesa ini dengan serius. Kalau perlu mereka akan mencari di berbagai sumber untuk membantah atau memberi masukan. (hehehe)

c.       Untuk pembaca fiksi dan non-fiksi. 
1.      Biasanya orang yang suka membaca kedua jenis bacaan ini, adalah orang yang memilki wawasan luas. Mereka sering kali menjadi acuan sesorang dalam bertindak.
2.      Para pembaca fiksi dan non-fiksi, sering dimintai pendapat oleh orang lain terhadap beberapa hal, mereka pandai berbicara dan lugas.
3.      Mereka biasanya tidak terlalu terbuka terhadap masalah pribadi mereka, tapi gampang bersosialisasi. Mereka juga pendengar yang baik.
Mungkin hanya ini gugaan awalnya. Nanti aku akan mencocokkan dengan jawaban dari responden, apakah hipotesa ini benar atau tidak. Jika ada kritik dan saran, bisa segera di komen di bawah. Ok, mohon maaf kalau belum teruji klinis. Ini hanya sebagai dugaan awal.
Love, peace, and reading.. 
(iyeee aku tahu nggak nyambung,hehehe see u soon ^_^.)
May Cut..

 gambar  : www.VisualizeUs.com
                www.tumblr.com

3 komentar:

  1. wah, keren! sering2 ya buat penelitian gini. bagus kok. aku liat hipotesa2 yg may sajikan ada benarnya, walau ya gak semuanya juga gitu. hehehe.
    jgn lupa tu kalau kata kerja ketemu imbuhan gak pake spasi :D
    keep writing yaa!
    :)

    BalasHapus
  2. @bg Muhammad Haekal : heheh, penelitian kecil-kecilan aj bg..
    masalah imbuhan 'di' itu emg sering kali silap.. hehe mksh ya,,

    @Rahmat D. Ag : thank rahmat..
    sekarng udh sodaraan ma luffy ya? udah pake nama D.. :)

    BalasHapus

Copyright © 2015 maycut on post