Rabu, 17 April 2013

Salah Jalan + masalah? (Arrgh, aku nggak jago ngasih judul.. mending baca aja. Ok? Hihihi..)


Aku bukan orang yang hobby jalan-jalan. Tapi kalau sedang punya masalah, aku hanya akan pulang kalau sudah shalat asar. Bukannya aku suka keluyuran atau bagaimana, aku hanya tidak suka duduk diam di satu tempat saat kepalaku mengalami tekanan batin, mental dan social. Kasihan kepalaku, aku sudah cukup lama hidup dengannya (ya iyalah, lahir aja udah berkepala!), jadi saat dia sedang stress aku nggak akan membiarkan dia berkubang dalam kenistaan masalah yg rumit.. T_T (haduueeeh bahasanya).
Pokoknya intinya kalau sedang bermasalah aku paling malas diam di tempat, dan aku juga sama sekali tidak ingin berinteraksi dengan siapapun, jadi ya sudah aku jalan-jalan saja.
Jalan-jalannya pun bukan ke lari pantai, lalu belok ke gunung versi “Cinta”nya AADC, kalau versiku sih, aku hanya menyusuri jalan, masuk gang, masuk area perumahan, kampung-kampung, dan komplek –itu pun masih di seputaran Banda Aceh –dan acara jalan-jalan itu juga  sambilan pulang ke rumah atau pergi ke kampus (kalau masuk siang), jadi acara jalan-jalannya masih dalam kawasan area jalan pulang pergi dari rumahku ke kampus.
 Ok-ok, aku tahu itu sama sekali tidak keren, tapi mau bagaimana lagi? Aku ini kan bukan pengangguran, aku ini mahasiswi yang kerjaannya kuliah dan belajar dari pagi sampai sore (kok berasa keren yaa ngomong kayak gini?), yang kebetulan sedang labil saat menuju umur 20-an, dan ditambah dengan kecerobohannku yang sudah menjadi talent, aku nggak akan membiarkan diriku sendiri jauh-jauh dari banda Aceh dan sekitarnya. Maksudku, aku kan nggak mau harus diantar pulang oleh polisi karena nggak tahu lagi jalan pulang ke rumah.
Dan seperti halnya dua hari yang lalu, aku kembali mengexplore area jalanan ibu kota karena sedang banyak masalah. Kali ini giliran jalan pulang dari lamreung (sekalian pulang dari rumah teman juga sih), jadi aku coba-coba saja cari jalan baru. Awalnya hanya menyusuri jalan, dan mengikuti gang-gang kecil. Bagiku, jalan-jalan kecil yang banyak dilalui orang-orang ini memberikan efek nyaman tersendiri. Entah kenapa, aku merasa tidak sendirian, saat menaiki motor dan memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang, aku memikirkan masalahku, aku punya waktu untuk berfikir tentang segalanya.
Akan selalu ada pemandangan baru yang menarik. Akan ada hal-hal baru yg menarik. Segalanya mulai terasa jelas dan lebih baik, berkendara kadang-kadang memang memberikan ruang berfikir yang fresh bagi kepalaku, ditambah desiran angin yang mampu mendinginkan kepala sejenak, semuanya cukup menyenangkan dan aku kembali bisa berfikir jernih. Sampai…. Aku sadar bahwa aku sudah tersesat.
Jauh pula.
Ya. Tu. Han.
Hal ini begitu sering terjadi. Aku berjalan-berjalan dan terus berjalan, dan kemudian aku bahkan tidak tahu sedang berada dimana. Masalahnya aku tidak menyusuri jalan raya, tapi dari gang ke gang, dan bahkan komplek. Jadi mana aku hafal seluruh nama jalan yang aku lalui. Seperti halnya yang terjadi beberapa hari yang lalu. Aku bersitirahat di sebuah masjid, dan berusaha untuk tenang. Tapi sebenarnya sebagian dari diriku merasa tertantang. Hormon adrenaliku berpacu keras. Dan saat itu aku sadar, ternyata selama ini, sebagian dari diriku berharap aku sering tersesat agar aku memilki tantangan untuk diselesaikan. Agak gila memang, tapi aku rasa itu cukup menyenangkan. Maksudku, aku cukup sering tersesat –terutama saat harus menghindari polisi yang melakukan razia, jadi aku terpaksa masuk gang-gang yang tidak aku ketahui –tapi itu menyenangkan. rasanya seperti masuk ke dalam labirin, dan kau menemukan jalan keluarnya, atau kau mati. (lebay.. -_-..) 
Jadi yang aku lakukan adalah mencari tahu aku berada dimana, menentukan arah aku datang, dan mencari tahu kira-kira gang mana yang mengarah ke jalan raya. Bukan hal yang mudah, biasanya untuk sampai ke jalan raya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Begitu sudah sampai jalan raya, kau akan mudah menentukan kau berada dimana dan  akan kemana. Kau tinggal menyusuri jalan. Sekali lagi ini sangat aman,(jadi berasa pesulap yang bakalan motong asistennya di panggung) karena masih berada di kawasan banda Aceh.
Nggak ada yang tau tentang kebiasaanku ini. Bahkan aku sendiri baru menyadari kebiasaanku akhir-akhir ini, dan satu hal yang baru aku tahu adalah, tersesat sama dengan masalah. Saat kita tersesat,  kita tidak boleh langsung panik. Yang harus kita lakukan adalah beristirahat, tenang dan berfikir jernih. Semakin kita panik, dan berjalan asala-asalan, maka kita akan semakin tersesat. (ehm,, orang professional ngomong).
 Begitu juga dengan masalah, Ketika menghadapi masalah, yang harus kita lakukan adalah berfikir jernih. Semakin kita kalut, masalah yang kita hadapi akan terasa semakin rumit. Nah, selanjutnya saat tersesat kita harus menentukan langkah dan arah. Kita harus memperkirakan jalan mana yang akan kita ambil, dan apa resikonya. Tentu saja kita harus memilih, selanjutnya telusuri jalan itu, jika ternyata jalannya buntu, maka kembalilah ke awal, tentukan langkah lain, dan telusuri, begitu terus sampai kita menemukan jalan raya (jalan keluarnya). Ada kalanya dipilihan pertama kita akan berhasil, ada kalanya tidak. Ada kalanya kita akan makin tersesat, ada kalanya kita menemui jalan buntu. Tapi kalau kita mau berusaha pasti akan ada jalan keluarnya. Akan ada resiko dari tersesat, bisa jadi bahan bakar yang habis, kita kehausan, kelaparan, uang habis, tapi itulah resiko. Makanya kita membutuhkan pemikiran jernih di awal untuk memperkirakan resikonya.
Begitu juga dengan masalah. Kita harus menentukan sikap. Kita harus melihat kondisinya, menentukan pilihan dan memilih. Setelah itu kita harus menjalaninya. Ada kalanya masalah akan langsung selesai, ada kalanya masalah akan bertambah parah. Tapi jangan panik. Masih ada banyak pilihan yang belum kita ambil, jadi ambil pilhan lain dan jalani, sampai masalah itu selesai. Akan ada resiko dari masalah yang kita hadapi, bertengkar dengan teman, bertengkar dengan orang tua, dimarahi, dimusuhi, tapi semuanya bisa kita kurangi jika kita menghadapi masalah dengan kepala dingin dan tenang.
Saat tersesat, ada kalanya kita hampir menyerah dan benar-benar tidak tahu harus kemana. Tapi tenang, kita tidak sendirian. Kita bisa berdoa ( beberapa  yg lalu aku sempat membaca salah satu kutipan, bahwa hendaknya kita mengadukan maslah sekecil apapn kpd Tuhan, bahkan dlm urusan sandal yg putus.  (Nah lo! kita jadi hamba nggak boleh sombong. ^_^)  minimal sebelum jalan baca bismillah lah), bertanya pada orang-orang sekitar, menelepon teman, menelepon orang tua, bahkan minta tolong pada polisi (opsi terakhir yg maaf2 saja ya, nggak bakalan aku pake). Dimanapun kita berada, kita tidak pernah benar-benar sendrian. “Allah akan selalu menjaga kita, bahkan ketika kita tidak meminta padaNya”, (said my Dad)
Begitu juga dengan masalah. Ada kalanya kita tidak tahu harus bagaimana lagi, kita bisa mengadukannya pada Allah, minta bantuan padaNya. Selanjutnya kita bisa menceritakan masalah kita pada teman, sahabat keluarga guru dan orang-orang sekitar. Kita tidak pernah benar-benar sendirian. Akan ada bantuan jika kita selalu meminta padaNya.
Setelah tersesat seharian kita memang akan sangat lelah, tapi kita puas. Kita telah menyelesaikan satu tantangan baru. Mungkin saja kita mengalami banyak kerugian, habis minyak, habis pulsa, lelah, lapar, haus dll. Tapi kita mendapat pelajaran berharga, kita tahu tempat-tempat baru, mungkin kita sempat berkenalan dengan teman-teman baru yang membantu kita, mungkin kita bisa menemukan –contohnya sebuah rental komik yang murah di tempat kita tersesat tadi, dan yang paling penting saat kita kembali ke jalan yang sama nanti, kita tidak akan tersesat lagi, mungkin bisa sedikit lupa (dalam kasusku) tapi pasti akan ingat kembali.
Begitu juga dengan masalah, kita akan lelah, fisik dan mental. Tapi kita akan tahu yang mana yang benar dan mana yang salah. Kita aka belajar dari kesalahn kita, bahkan kita bisa membantu orang lain agar tidak terkena masalah yang sama. Kita juga bisa mendapatkan teman baru, yang benar-benar menolong kita saat kita sedang bermaslah, dan itu benar-benar sebuah keuntungan yang besar bukan?.
Jadi, jangan pernah kalah dari masalah. Kita tidak pernah sendirian. Semuanya pasti akan ada jalan keluar, yang kita perlu lakukan adalah bangkit dan berusaha. Menangis dan merenungi masalah sama sekali tidak akan membantu. Masalah tidak akan selesai dengan air mata, dan keluhan. Jadi, bangkitlah kawan! Lawan para penjajah, naikkan uang saku kami!! yeaaahh!!! (lho-lho, aku kenapa? Ok fokus). Jadi kawan, bantuan akan selalu ada bagi mereka yang selalu berusaha, berusaha memaksa menaikan uang saku misalnya (makin nggak nyambung -_-).
Jangan pernah patah semangat hanya karena hal-hal sepele, kejarlah mimpi kita. Jangan terhambat hanya karena masalah kecil. Semua pasti ada jalan keluarnya. Pasti!!! (Mengepalkan tangan dengan pandangan tajam). Dan yang perlu kita tahu adalah, bahwa kita tidak pernah sendirian. Tidak pernah. ^_^…
Ok, mungkin ini saja guys. Semoga bermanfaat. *_*
Tetap semangat, tetap sehat, tetap jalan-jalan dan tetap makan-makan (loh kok malah kayak pak bondan? Hehehe error abisss)
ok deh, see u guys. ^_^

gambar  : http://vi.sualize.us/
Cut may.

1 komentar:

Copyright © 2015 maycut on post