Selasa, 03 September 2013

Bacaan singkat untuk kita yg mengaku (malu) bangsa Indonesia.

September ini di awali dengan semangat kemedekaan.. 

Kenapa postingan di bulan September? Well, karena selama Agustus kemarin, disetiap jejaring social selain yang mengucapkan dirgahayu Negeriku, ternyata masih ada sekumpulan manusia-manusia tak tahu diri yang sibuk mengolok-olok negeri ini. 
Sejujurnya agak tidak enak berkata seperti ini, karena mengingat perkataan seorang guru “bahwa yang baik itu keluar dari perkataan yang baik, dan yang buruk itu keluar dari perkataan yang buruk. Bahkan jika kebaikan itu keluar melalui kata-kata yang buruk, maka ia akan menjadi buruk, jadi jagalah perkataanmu”. Maafkan saya pak, hanya saja saya sudah sangat muak dengan para “pemuda asing” yang mengolok-olok negeri ini.
Kenapa aku mengatakan “pemuda asing?” karena yaah seolah-olah dari perkataan mereka, mereka sedang tidak tinggal di Negeri ini (komentar yang paling sering adalah betapa muaknya mereka dengan system pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, kemalasan, ketidakdislinan, korupsi dll) malahan yang paling ekstrim ada yang terang-terangan mengatakan ingin berpindah kewarganegaraan, naah apa bukannya mereka itu seperti pemuda asing di Negeri sendiri? mereka mengolok-olok Negeri ini mengatakan “orang Indonesia itu begini-begini”, seolah-olah mereka adalah penduduk Negara lain.
Yah, aku mengerti. Kalian bukan menghakimi negeri ini, hanya merasa muak dengan segala kekacauan yang terjadi di Negeri ini. Aku juga dulu begitu kok. Percayalah. I hate this Country too. Pretty much. Tapi, seseorang kemudian membuatku sadar, bahwa apa gunanya semua olok-olokan, cacian, hinaan dan apapun itu yang biasanya kita lakukan untuk negeri ini. Maksudku, Indonesia tidak akan berubah hanya dengan status di berbagai social media bukan?
Terlebih bagi orang-orang yang “katanya” mau berpindah kewarganegaraan, nah apa itu tidak terlalu pengecut namanya? Maksudku kita merasa muak dengan Negeri ini, tapi kita lahir, tumbuh dan besar di sini, lalu setelah mengenyam pendidikan –juga di Negeri ini, kita tumbuh  dewasa dan kemudian kita pindah ke Negeri lain. Well, bukan begitu aturan mainnya menurutku terhadap bangsa ini. Jika memang menurut kita negeri ini sudah berada di ambang kehancuran, maka kabur ke negri seberang bukanlah jawabannya. Siapa lagi yang kita harapkan? Apakah orang lain? generasi muda? Para pejabat? Kalau begitu sekarang ini kita tentu sedang memainkan permainan melempar “siapa yang akan bertanggung jawab” terhadap negeri ini.
Think again… 
Jika ingin Indonesia berubah, maka berhentilah menghujat. Rubahlah diri sendiri, jadilah sesorang yang disiplin, bersih, rajin, cerdas, jujur dan lain-lain. “jika ingin mengubah dunia, yang pertama kali yang harus kau rubah adalah dirimu sendiri”. Begitu juga dengan pemerintahan, masih ingat quote ini “ If you don’t like the rule, just follow it, reach the top and change the rules –Adolf Hitler”. Jadi, jangan hanya hujatan kata-kata kosong, tapi bawalah perubahan. Ingat! Kita berhutang banyak pada bangsa ini. Bukan berarti ketika ada sekelompok orang-orang yang bersikap bodoh, dan mereka dinamai “Orang Indonesia” maka bangsa Indonesia adalah orang-orang yang seperti itu. Masih ada harapan-harapan baru dan tunas-tunas baru yang siap membangkitkan negeri ini, dan generasi itu adalah kita!
Nah, berhubung kita nggak mau “just follow the rule” maka “just doing the right things”. Kalau kalian merasa Indonesia ini terlalu sesak dengan para koruptor, maka biasakanlah dari sekarang untuk tidak menjadi koruptor. Berusahalah bersikap jujur dalam segala hal. Kalau menurut kalian Indonesia sangat terkenal dengan ketidak displinannya, maka berubahlah menjadi lebih disiplin, begitu juga dengan kebersihan dan yang lain. Jika menurut kita sudah terlalu banyak sector asing di Negeri ini, maka mulailah memakai produk Indonesia. Tahukah kita, kenapa pemerintah membiarkan para investor asing bekerja di sini? Selain karen hutang negara yang bertumpuk, itu juga dikarenakan oleh SDM  yang kurang. Jadi, jika ingin segalanya berubah, jadilah SDM yang berkualitas. Perubahan itu tidaklah instant, jadi penuhilah tekadmu untuk berbakti pada negeri ini. Tanamkan kebanggaan terhadap bangsa, baru perubahan akan tercapai.


 Perubahan itu dimulai dari kita. Stop menghujat, cerdaslah dalam mengkritik. Kritikan terhadap kesalahan boleh, asal kita tahu cara memperbaiki kesalahan itu sendiri. Hal yang paling mudah yang dapat kita lakukan adalah meneruskan generasi-generasi yang berbakti pada nusa dan bangsa, jika pada masa ini kita belum bisa merubah bangsa ini, maka yakinlah di masa depan generasi kita bangsa ini akan berubah. Pada akhirnya, tujuan dari tulisan ini bukanlah untuk menggurui ataupun menyalahkan, tapi hanya sebagai pengingat untuk kita semua. Mari menyingkapi segalanya dari sisi positif, dan mengambil manfaatnya.

Percayalah kawan, perubahan itu ada. Meski sedikit sekali bentuknya.
Dirgahayu bangsaku.

Cut May

3 komentar:

  1. seolah2 kali dah kata2nya, mantap cut. Haha

    BalasHapus
  2. @baraah : thank you so much hun.. Semoga qt bsa sama2 berubah yooo :)

    @bang mamantak : maksih udh ngnjung ke blog kami.. hahah baru bljr jg tu..
    mampir2 lagi yaa.. :)

    BalasHapus

Copyright © 2015 maycut on post