Jumat, 21 Maret 2014

Sahaba Pelintas Masa

   

    Tuhan cenderung mencitai kita dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mengirimkan orang-orang terbaikNya untuk menjaga kita.  Dan cinta Tuhan sampai padaku melalui orang-orang terhebat yang  memelukku hingga aku seperti  sekarang.
    Awal Januari  yang lalu aku kembali bertemu dengan orang-orang terhebat yang membantuku melewati tahun pertama masa SMA. Setelah hampir setengah tahun tidak bertemu, mereka tidak pernah berubah. Tetap sahabat-sahabat yang menyenangkan dan selalu menenangkan.

    Zuraida, Ira, Aiya dan Fonna. Sahabat saudara semasa.

Mereka tetap kocak, gokil, dan aku tetap merasa di sayangi, jika berada di antara mereka. Selalu.


    Aida, si lembut-cantik-dan paling sebal kalau di bilang gendut –ini adalah teman sebangku ku yang pertama. Nama lengkapnya Zuraida, aku lebih suka memanggilnya aida, alsannya? lebih singkat aja, XD.  Pertemuan pertamaku dengan aida di mulai saat pembagian kelas satu dulu. Saat itu aku belum mengenal siapa-siapa, dan saat melihat ada sebuah bangku kosong di sampingnya aku langsung saja duduk, senyum ramahnya awalny menenangkan. Awalnya sih, sebelum kemudian senyum ramah itu berubah menjadi senyum usil dan menyebalkan.. (hehehe peace Ai.. )

    Aida selalu bisa menjadi segalanya, dia bisa menjadi kakak, teman, sahabat, dan pasangan duet dalam hal lawakan. Kalau kami sedang berada di area kewarasan yang rendah, aida adalah tukang ketawa yang paling keras, kalau kami sedang mengunjungi rumah seseorang dan mengahadapi orang tuanya, Aida bisa menjadi yang paling dewasa, dan kalau kami sedang diam mengheningkan cipta, Aidalah pasangan yang pas untuk menjadi ice breaker (hihihi). Dia ini penggemar Minnie dan Mickey-mouse sejati. Dan walaupun wajahnya si Ai rada-rada feminis kayak pecinta Barbie, tapi nyatanya dia ini pecinta film horror (iya aku tau, muka sama minat itu beda jauh), dia juga penyuka makanan pedas, tapi paling malas makan dengan alasan takut gendut. Aku malah suka makan karena takut kurus.. loh?.. (hening cipta.)
   
       Dan di atas segalanya, aku tidak tahu alasan tepatnya kenapa. Aku menyayanginya, dia sahabat pertamaku sewaktu SMA, darinya aku belajar segalanya. Tentang berusaha menjadi dewasa dan menjadi orang yang paham tentang menghargai perasaan orang lain. Dan Aidalah (seperti malam ini) yang selalu yakin terhadap diriku, bahkan di saat aku tidak yakin pada diriku sendiri. She is my best psychology teacher ever.

    Next going to Rana nurul Istiqlal. Si kecil, manis (oke anggp aja aku nggk pernah ngomong begini) dan periang ini adalah si tukang memeriahkan suasana. Loyalitasanya hebat banget deh, Ira  (biasa di panggil demikian) memang punnya rasa empati dan simpati yang besar. Jadi, kalau ada cerita sedih bisa di pastikan dia orang pertama yang bakalan nangis. Penggemar film2 bollywood (nah udah tau kan kenapa dy suka mellow?) dan hobby makan, plus tidur. Ira adalah tipe orang yang selalu *berpositif thinking untuk orang lain. Dan tanpa kau sadari, jika bersamanya kau akan mendapatkan kebahagiaan serta kepercayaan yang luar biasa. Dan hanya Ira satu-satunya orang yang nggak pernah protes terhadap curhatan2 tmn2nya, dan dia selalu bisa menjadi pendengar yang baik loh.

   
         Ira adalah sumber energy, dengan kata lain dia adalah korban pembullyan kami, hehe. Setelah puas membully dan tertawa atas hasil kejahilan kami, well siapapun bakalan tambah bersemangat deh. Tapi rasa sayangnya tiada bertepi. Dia selalu bisa menyayangi siapapun dengan tulus, kadang terlalu polos malah. Nah, di sinilah tugas ai meupep-pep (cerewet ) terhadap kepolosan Ira yang kadang tiada habisnya. Dan aku, selaku pihak penengah, adalah si tukang mengatakan “Udah Ai, Ira besok2 jangan gitu lagi yaaa”.

    Jika aku tidak yakin mengerjakan sesuatu, Ira –seperti yang selalu dia lakukan saat aku sedih- akan tersenyum dan mengepalkan ala-ala gadis Korea. 

    “Fighting kak Icut. Pasti bisa . ting “ (Untung saja dia tidak mengedip genit)

    Dan itulah yang kau dapatkan jika kau memiliki sahabat yang hebat. Kepercayaan diri atas penghargaan mereka terhadapmu, luar biasa efeknya.
          Dan rasa sayangku pada mereka, adalah sebuah kegembiraan yang tidak terduga.

   
               Mereka selalu percaya padaku, bahkan ketika aku tidak percaya pada diriku sendiri, mereka selalu ada, bahkan saat aku tidak menyadari keberadaan mereka.Begitulah seterusnya, hidupku memiliki kerlap-kerlip bahagia berkat mereka. Persahabatn kami jauh, di pisahkan oleh jarak, dan saling terbenturnya waktu luang oleh kegiatan masing2. Tapi aku yakin, hati kami begitu dekat, dan akan selalu dekat. Karena bagiku, mereka adalah sahabat pelintas masa. Ikatan kami kekal, melewati jarak dan waktu, selalu ada. Selamanya.

                                                            To be countinue on Aiya dan Fonna….

gambar : Doc. pribadi

visualize.com

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 maycut on post