Rabu, 30 April 2014

Sehari tanpa internet ituuuuu. (Kegelapan pemikiran yang menakutkan.)



                                                        

Sewaktu aku kecil dulu, setelah dilanda Tsunami, Aceh sempat berada dalam masa “kekosongan”, yaitu masa-masa saat tidak ada listrik sama sekali hampir satu bulan lamanya. Jadi, aku benar-benar merasa sedang hidup di zaman prasajerah, saat semuanya kembali harus dikerjakan secara manual,  keadaan yang senyap sunyi tanpa radio serta TV dan keadaan yang gelap gulita di malam hari. Waktu itu aku benar-benar merasa kesepian, hampa, tidak enak dan aneh, pokoknya segalanya serba membosankan. Aku menamakan perasaan itu, “Perasaan Kosong”.

Setelah masa-masa pemulihan, segalanya kembali normal di Aceh. Dan si “Perasaan Kosong” ini  semakin jarang aku rasakan, malah aku sedang bertemun perasaan baru, yaitu si “Perasaaa Cinta” (ecieeeeeeeee). Tetapi, akhir-akhir ini saat internet sedang tidak ada jaringan, “Perasaan Kosong” itu kembali aku rasakan. Saat jaringan internet sama sekali hilang ada jutaan aktifitas yang terbengkalai. Dari urusan ngeblog, postingan tugas-tugas kampus, sampai file-file yang aku simpan di penyimpanan online.


Sebagai salah satu orang yang kepingin benar jadi penulis, aku berusaha untuk terus meng-update tulisan-tulisanku di blog. Yaah, walaupun agak lambat, tapi jumlah para pengunjungnya terus bertambah setiap harinya (pamer). Selain ngeblog, sebagai Mahasiswa tua yang dikejar-kejar tugas untuk merampungkan jurnal, aku harus sering-sering mengecek dan memposting tugas di milis grup kampus, dan semenjak semuanya serba mobile dan praktis, dosen kami hanya mau menerima salinan tugas yang di kirimkan lewat e-mail. (hemat kertas katanya) jadi, kalau seharii saja internet sedang tidak ada jaringan, selain merasa “Kosong” kini tambahan lagi aku bakalan panik setengah mati, karen tugas-tugas dan jurnal yang bakalan tidak terkirim tepat waktunya.
Masalah sosialisasi juga hilang. Ada sekian ribu kabar yang terus update setiap harinya, dan saat sehariiii aja internet tidak ada jaringan atau hilang, maka tiba-tiba saja aku merasa jadi orang yang tinggal di masa jajahan Belanda dulu. Gelap gulita, tidak tahu apa-apa.
Selain semua urusan-urusan yang mungkin terkesan sepele (baca : amat sangat penting bagiku), ternyata internet itu memiliki pengaruh yang besar dalam urusan sehari-hari kita.
Suatu hari, seorang tetanggaku yang sudah agak tua sedang mencangkok bibit dari pohon mangga. Kontan saja aku heran, dan agak-agak pangling. Sebenarnya sih nggak ada yang salah, masalahnya adalah tetanggaku itu sama sekali tidak paham dengan segala urusan pertanian, beliau itu guru Agama di salah satu sekolah menengah. Jadi, aku agak-agak pangling saat bapak ini ternyata sedang melihat caranya mencangkok dari internet.
 See? ternyata, gaul juga bapak-bapak jaman sekarang. (oke bukan itu pointnya -_-).
Pointnya adalah bahwa ternyata internet itu membuka wawasan kita dengan praktis. Hanya dengan sekali klik, semua informasi yang kita butuhkan sudah tersedia.


Nah, sebut saja para petani yang mungkin bisa mendapatkan pelatihan yang praktis, mudah dan cepat hanya dengan membrowsing apa yang mereka inginkan. Coba liat saja setiap kali ada penyuluhan di balai desa, atau pembagian buku-buku pertanian, jarang sekali para petani yang hadir. Menurut mereka waktunya lama dan mereka malas mencari di perpustakaan balai desa dan juga terkendala oleh biaya buku yang kadang-kadang terlalu mahal untuk para petani. Tapi dengan adanya Internet, para petani tinggal mencari informasi yang mereka butuhkan dan segalanya akan tersedia, praktis, mudah dan murah. Dengan begitu, hasil tanaman mereka akan lebih memuaskan, panen yang lebih baik dan kehidupan yang lebih menjanjikan. Hanya butuh sebuah  langkah mudah.
Petani hanya contoh kecil saja.
Tanpa kita sadari, manfaat internet telah menyentuh hampir semua sisi kehidupan manusia. Sosial, kesehatan, pendidikan, eknomi, dan kesejahteraan kita. Contoh umumnya, dengan internet wawasan akan semakin terbuka, ada sekian juta informasi yang terupdate setiap harinya.
Coba lihat dulu sebelum internet mewabah di Indonesia, semuanya serba “gelap”. Kita hanya menerima pemikiran-pemikiran yang di berikan oleh pihak-pihak tertentu tanpa mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.  Pemikiran kita diatur, dan ketika bosan diatur kita akan memberontak, terjadilah pemberontakan hanya karena keselahpahaman sesaat dan kurangnya informasi yang ada.
Dengan banyaknya sumber kita tidak hanya di ajarkan untuk menarik informasi, tapi juga untuk berfikir kritis terhadap informasi yang kita dapatkan. Semakin kritis pemikiran kita, maka akan semakin cerdas pula kita dalam bertindak. Jadi, marilah mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas dan bermartabat dengan Internet sehat. Optimalkan wawasan dan perluaslah jaringan, agar kita menjadi semakin baik kedepannya. Ayo Indonesia Genggam Internet untuk Indonesia yang lebiha baik!

Tulisan ini diikutkan dalam blog competition Sehari Tanpa Internet.
sumber gambar : http://xnews-hawkson-blogmisteri.blogspot.com/
 http://mutiarabirusamudra.blogdetik.com/bloggers-penulis-serba-bisa/
                          gudangmanfaat.com
                          http://telkomsel.com/genggam-internet

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 maycut on post