Rabu, 25 Maret 2015

Dekat dengan dakwah, Dekat dengan Rasul.

            Radio Seulaweut. 
            Nama yang khas bukan? menurutkupun begitu. Mendengar nama  itu selalu membuatku tersenyum. Karena yah, aku punya kisah tersendiri dengan Radio yang bertagline "Nyaman di Hati Membuka Cakrawala" ini. Jadi,,, begini ceritanya. 

            Bicara tentang Radio Seulaweut, aku sudah mendengarnya semenjak kelas 3 SMA. Mungkin sekitaran tahun 2011. Saat itu sedang maraknya lagu-lagu Nasyid di zaman kami, dan teman-temanku sangat heboh dengan program Radio Seulaweut yang memang memutar lagu-lagu Nasyid setiap malamnya. Karena tidak mau terdengar kuper (masa SMA itu memang masa yang sedikit labil teman) aku tidak berani menanyakan frekuensi Radionnya berapa, dan tidak berani bertanya jenis saluran radio apa itu, yang aku tahu aku hanya mangut-mangut saja saat teman-temanku bercerita tentang bincang-bincang bersama murabbi dan informasi islami lainnya.
             Sok tahu. Iya itu namanya.
        Aku kira masalah radio ini akan terlupakan begitu saja, sampai ternyata aku melanjutkan pendidikan di UIN Ar-Ranniry Radio Seulaweut ternyata adalah bintangnya radion mahasiswi-mahasiswi di sini. Plus, salah satu penyiarnya adalah mahasiswi UIN, jadi yah mari kita anggap hampir semua mahasiswa pernah mendengar saluran Radio Seulaweut ini. Kali ini bukan karena nggak mau dianggap kuper, tapi aku benar-benar penasaran dengan program-program yang ada di radio ini. Jadi, setelah meng-google frekuensi Radio Seulawet yang ternyata 91.0 FM, malamnya aku mulai mendengarkannya. 
*muter radio di hp, nyari frekuensi 91.0.
deg deg deg...(btw ini pertemuan pertama sama ini Radio Seulaweut)  
Dan ternyata benar, program-programnya benar-benar seru. Tidak hanya seru sih, tapi juga bermanfaat. Tidak hanya berisi tausiah yang mendamaikan, ada juga berita-berita baik lokal, nasional dan internasional. Ada juga bincang-bincang dengan beberapa tokoh yang menginspirasi. Dan saat itulah aku merasa paling tidak, ada juga hiburan yang benar-benar bermanfaat.
          Nah, karena ada kesibukan dan beberapa hal-hal yang lain, kegiatan mendengar hal bermanfaat ini jadi terlewatkan. 
           Sampai suatu hari seorang teman dari luar yang bertandang ke Banda Aceh  menanyakan hal ini kepadaku. 
"Cut, sebagai salah satu provinsi yang menerapkan syariat Islam, Aceh punya media Islam yang chick ga?"
karena sama sekali nggak paham apa yang dia maksud dengan chick, aku bertanya apa itu chick.
"Yaah, sesuatu yang tidak hanya islami, tapi mengedukasi, asyik dan menjadi kebutuhan hiburan yang bermanfaat." 
tanpa berfikir aku langsung menjawab, "Ada, nanti malam coba dengar radio di frekuensi 91.0 FM".
Besoknya dia bertanya kenapa nama Radio itu dinamakan Seulaweut.
Seulaweut itu adalah bahasa Aceh, Artinya salawat atas Rasul.
Saat itu temanku menggangguk paham.
"Oh, pantas. Beginilah media dakwah. Dengan dakwah baik sebagai pendengar atau penyalur selama kita berada dekat dengan jalan dakwah, selamanya kita akan dekat dengan Rasul. Aceh kereeeen" ujarnya sambil tertawa.
tetapi aku tidak tertawa, karena selama ini aku sama sekali tidak sadar. Aku tidak tahu apa-apa bahwa dengan mendekatkan diri dengan media dakwah, berarti kita sedang mengkaji. Mengkaji ilmu, mendekatkan diri kita dengan kebaikan. Mendekatkan diri dengan ajaran Rasul.

"Paling tidak, di sini benar-benar sudah ada media yang memfasilitasi remaja dan anak-anak muslim dengan sesuatu yang benar-benar bermanfaat, jadi jagan di sia-siakan" ujarnya.
Dan aku juga paham, bahwa untuk menjadi seseorang yang lebih baik, kita harus meleburkan diri ke dalam sesuatu yang baik.  Menjadi Ummat yang dulu diperjuangkan mati-matian oleh Rasul.
           Medianya sudah ada, tinggal kita mau menggunakannya atau tidak.
           Dan setelah hari itu, aku kembali membuka 91.0 FM.
yah, Nyaman di Hati, dan Membuka Cakrawala.

sumber gambar : ukhuwahislamiah.com
                            amnasharkblogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 maycut on post