Minggu, 30 Oktober 2016

MeRossikan diri.

Me-Rossi-kan diri.
Sepertinya memang membutuhkan hal-hal yang dramatis untuk membuatku kembali menulis. Yeah, dibutuhkan kebosanan yang luar biasa bergelung dengan selimut seharian dirumah untuk membuatku menuliskan kisah ini. Karena kalau dibiarkan lebih lama lagi bisa-bisa aku obbesitas parah saat sembuh nanti.
         Oke fokus Comay!
         Short information, dimulai sejak mampu mengendarai sepeda motor hampir setiap tahunnya aku pasti jatuh sendiri, terserempet sampai terjungkal gara-gara polisi tidur. Jadilah, jika kata orang-orang jika terjatuh motor maka kemampuan motor akan meningkat, maka aku pastilah sudah selevel Rossi dalam hal mengendarai motor, jika dihitung dari treck record  kecelakaan yang pernah aku alami.
          Iya, memalukan memang.
          Jadi, tahun 2016 ini aku sudah mulai deg-degan karena sudah bulan Oktober dan Alhamdulillah sudah dilalui dengan baik, sampai rabu kemarin motorku menyerempet sebuah L300 yang sedang melaju dengan cukup kencang. Kronologisnya aku mencoba menghindari dengan membanting setir ke kanan dan naasnya jalanan sebelah kanan malah sedang becek dan licin, jadilah motor yang sedang aku kendarai terpeleset dan aku pun terjungkal membentur L300 yang sedang melaju kencang tersebut sampai helmku terlepas dan sebagian jari tangan kananku tergilas sebagian ban mobil. Puji Syukur Alhamdulliah kepalaku selamat dari gencetan ban, Allah masih memberikanku kesempatan untuk hidup. Dan itulah syukur terbesarku sampai hari ini. Saat mengendarai motor, aku sedang membonceng sahabat baikku, Rezcia yang Alhamdulliah juga sama sekali tidak terluka.
            Hal baiknya dari sering mengalami kecelakaan adalah, aku sudah paham betul apa yang harus aku lakukan saat jatuh. Otakku sudah merespon dengan baik, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus aku lakukan. Hal yang paling utama adalah ushakan tetap sadar.

Jika terjadi kecelakaan, hal yang pertama kali harus kalian cek adalah tulang. Jangan langsung bangun, bangunlah secara perlahan untuk mematikan tidak ada tulang yang patah, atau terkilir. Selanjutnya cek luka, dan duduklah dengan cara berselonjor. Hal ini memudahkan darah mengalir ke otak sehingga kita tidak jatuh pitam. Jangan panik. Duduklah dengan tenang, pikirkan hal-hal yang menenangakan. Contohnya saat aku jatuh, aku memikirkan hal-hal sepele bahwa Rezcia baik-baik saja, kami selamat, motorku tidak hancur, kami masih hidup, tidak cata, Rezcia tidak luka sama sekali …….
Sama sekali tidak apa-apa.
Sampai aku melihat jari tengah kananku yang bengkok secara ganjil kearah kiri.
Melihatnya membuat darahku langsung turun dari kepala.

Sumpah, aku pikir jari tengahku sudah lembek karena tulangnya hancur atau apapun itu. Dan akibatnya aku melupakan semua SOP yang yang harus aku lakukan ketika terjadinya kecelakaan dan hasilnya aku hampir pitam. Aku bisa merasakan pandanganku mengabur dan berdetak tidak karuan. Aku tidak bisa mendengar suara dan sebelum jatuh aku langsung duduk, bernapas satu-satu sampai pandanganku tidak kembali buram.

               Jadi, setelah semua kehebohan itu aku pun pulang dan mendapatkan perawatan lebih lanjut.
             Ada bapak-bapak yang Alhamdulillah sangat baik dan membantu kami sampai mendapatkan perawatan pertama yang baik. Dan Rezcia, sahabat yang tidak bisa aku nikahi karena kesamaan kelamin yang luar biasa baik merawatku sampai-sampai mengatakan hal-hal mellow yang sama sekali tidak mau didengar olehnya. Dia dengan setia membantuku mengganti rok dan baju yang sudah robek, membersihkan luka (itu bagian favoritnya) dan mengobati lukaku dengan telaten. Aku puluhan kali mengucapkan sori dan terimakasih, hasilnya perlakuannya terhadap lukaku bukan makin lembut tapi makin keras (dia memang anti dengan hal-hal mellow).

           Saat ini sedang dirumah untuk pemulihan, dan inilah yang aku sukai. Melihat bagaimana tubuhku bekerja menghilangkan luka. Saat terluka, tubuh akan memusatkan perhatian khusus kepada lokasi luka tersebut. Sistem kerjanya sungguh rapi, detail dan sempurna. Aku akan mencoba menjelaskannya dengan cara yang sederhana.
*untuk setiap penanganan luka berbeda-beda penanganannya, aku hanya akan membahas apa yang akan tubuh kita lakukan terhadap luka luar yang terjadi di jaringan epidermis (lapisan terluar kulit manusia)
           Setiap terjadi luka irisan, tusukan atau apapun yang menyebabkan jaringan luar kulit terkelupas, maka ada tiga fase penyembuhan yang terjadi.

1. Fase Inflamasi             
Proses ini akan berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira-kira hari ketiga setelah terjadinya luka (tergantung parah atau tidaknya sebuah luka). Dalam proses ini pebuluh darah yang terputus pada luka akan memicu pendarahan dan tubuh akan meresponnya dengan cara vasokontrisksi, (pengerutan ujung pembuluh darah yang putus) dengan reaksi trombosit (sel darah Putih) yang keluar dan membentuk jaringan fibrinogen untuk menghentikan darah.
 Saat darah sudah mengental dan mengeras, leukosit mengeluarkan enzim hidrolitik (yang juga terdapat di air liur manusia) untuk menghancurkan bakteri dan memakan kotoran yang menutupi/terdapat di daerah luka (yang nantinya akan menjadi nanah di luka kita).
Jika luka yang terjadi cukup berat, dibutuhkan pertolongan antibiotik dan antiseptik untuk membersihkan luka, karena fase ini hanya merupakan reaksi pertama dari tubuh untuk menghentikan pendaharan, bukan mensterilkan luka.

2. Fase Proliferasi
Cukup banyak penjabaran tentang fase ini, tapi demi kepentingan pembaca aku hanya akan menjelaskan secra singkat. Pada fase ini jaringan kulit yang hilang akan kembali dibentuk. Prosesnya tergantung luka, ada yang seminggu sampai berbulan-bulan. Awalnya jaringan kolagen yang tekoyak akan mengerut (itulah kenapa saat terjadi luka jaringan kulit disekitar luka akan tertarik) dan membentuk jaringan antar molekul untuk menutupi luka dari luar. Saat itu, tubuh memproduksi jaringan baru yang akan tebentuk untuk mengganti epitel (lapisan jaringan kulit paling atas).
Dalam fase ini, penderita luka dianjurkan untuk banyak meminum air putih dan memakan makanan yang tinggi kadar protein serta Vit.C karena ketika makanan tersebut membantu tubuh dalam memproduksi dan meregenerasi sel-sel baru dengan cepat.

3. Fase Maturasi              
            Pada fase ini akan berlangsung selama 3 minggu bahkan bulanan atau tahunan tergantung jenis luka. Dalam fase ini, kulit akan mereplika jenis kulit lama yang terkoyak saat terjadinya luka. Jaringan fibrolast awal saat fase Imflamasi akan mengeras (kerak hitam pada luka) dan mulai meninggalkan luka. Jaringan kolagen awal ini akan berbentuk parut dan berwarna sangat putih sampai berwana pink. Seiring berjalannya waktu, jaringan fibrin kolagen yang baru ini akan membentuk jaringan yang lebih padat dan kuat sampai parut tadi menghilang. Untuk sebagian luka yang lebih dalam dan parah, proses replikasi tidak berjalan secara sempurna dan tetap akan meninggalkan parut pada jaringan kulit baru.
                See, our body is amazing right?
            Setiap reaksi yang timbul terhadap tubuh kita akan direspon dengan baik dan diperbaiki secara tepat. Oleh karena itu rawatlah tubuh dengan baik beri asupan dan istirahat yang cukup, dan berhati-hatilah dalam berkendara. Dan tetap bersyukur atas semua kesempatan yang telah Allah berikan kepada kita. 


Cut May.



0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 maycut on post